Tuesday, 13 April 2010

Mobil Buatan Indonesia

Mobil Murah dan Irit Buatan Indonesia


Mobil Made in Indonesia - GEA buatan PT INKA
Setelah memproduksi mobil Kancil yang kurang sukses karena jaringan pemasaran kurang baik, kali ini PT INKA akan membuat mobil nasional GEA seharga Rp 40-50 juta. Saya lihat perusahaan yang jadi pemasarnya di internet cuma mencantumkan alamat kantor. Tidak ada website, nomor telpon atau pun fax yang bisa dihubungi.
Mobil 650 cc ini bisa dilengkapi AC, kecepatan 85 km/jam, dan super irit karena 1 liter bensin bisa untuk 20-25 km.
Mobil Kancil buatan PT INKA
Mobil Kancil buatan PT INKA
Selain PT INKA, PT Kanzen juga akan membuat mobil meski agak mahal di harga Rp 80 juta.
Hebatnya lagi, Siswa SMKN 10 Malang berhasil membuat mobil yang diberi nama Esemka dengan harga sekitar Rp 80 juta. Sebelumnya, pak Masrah peneliti dari LIPI juga membuat mobil listrik yang diberi nama “Marlip.”
Semoga jaringan pemasaran dan servisnya kali ini lebih baik, kemudian semoga bank2 pemerintah bersedia membantu pendanaan, pejabat pemerintah menggunakan mobil tsb untuk ke tempat kerja, dsb.
Gambar Mobil EsemkaBayangkan jika di Indonesia pasaran kendaraan bermotor 1 juta, maka jika harga mobil umumnya Rp 100 juta, dengan memakai mobil GEA seharga Rp 50 juta bisa dihemat uang Rp 50 trilyun/tahun. Belum lagi biaya bensin yg 2 kali lebih irit.
Jika jadi, maka para pemakai motor pun bisa tertarik karena harganya tidak beda jauh serta lebih aman bagi anak-anak dan keluarga. Kemudian dengan bentuknya yang kecil, lebih lincah dari mobil biasa.
Namun PT INKA harus menggandeng SMK untuk jadi pusat perakitan dan service center. Bahkan jika perlu sebagai showroom dan tempat menjual mobil dengan menggaji 2-3 karyawan tambahan.
Selain itu ada juga mobil Arina-SMK yang 100% made in dalam negeri karena mesinnya juga buatan lokal. Dengan mesin motor 150cc-250cc konsumsi bensin hanya 1 liter untuk 40 km. Jadi betul-betul irit. Selain itu dengan panjang 2,7 meter, lebar 1,3 meter dan tinggi 1,7 meter, mobil ini bisa masuk ke dalam jalan dan gang yang sempit. Harganya sangat murah. Hanya sekitar Rp 24 juta.
Selain itu ada juga mobil off road Komodo dengan kapasitas 2 orang. Mobil ini konsumsi bahan bakarnya 1:25. Dapat melaju 40 km/jam di jalan berbatu dan 60 km per jam di jalan mulus. Harga sekitar Rp 50 juta.
Selain itu ada juga kendaraan UPV (Urban Personal Vehicle) yang mampu memuat hingga 4 penumpang. Mobil ini konsumsi BBMnya hanya 1:40. Harganya hanya Rp 30 juta. Sudah ada pesanan 300 unit dari Belanda, namun karena keterbatasan modal belum dapat dipenuhi. Seandainya pemerintah menyediakan Rp 6,7 trilyun untuk mengembangkan otomotif nasional sebagaimana pemerintah membail-out Bank Century, tentu industri otomotif Indonesia sudah berkembang. Lapangan kerja terbuka luas, dan masyarakat bisa beli mobil murah.
Silahkan baca berita selengkapnya dari Republika di:.
Tentu saja Mikrocar ini selain jaringan pemasaran (bisa menggunakan SMK) harus handal, layanan purna jual juga harus bagus agar masyarakat tidak kecewa. Fasilitas pembiayaan untuk kredit juga harus ada hingga masyarakat kecil bisa nyicil.
Selain mobil India Tata Nano, industri otomotif lainnya seperti Ford, Nissan, Renauld, Volkswagen, Toyota, Honda, dan Fiat juga akan bersaing memproduksi mobil mungil (Micro car). Oleh karena itu pemerintah harus cepat bertindak agar industri otomotif di Indonesia berkembang dan mandiri.

No comments:

Post a Comment